Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Menikmati Tanpa Harus Merusak

Menikmati Tanpa Harus Merusak

Dua hari ini media sosial lagi viral sama video pendek berdurasi kurang lebih 24 detik yang tersebar secara berantai hampir disemua platform media sosial, berisi video danau kecil dan bentangan lembah hijau indah dengan latar gunung lengkap sama backsound ciamik menambah kesan emejingg membuat para candu Snapchat tertantang untuk sekedar berswafoto dan berpamer ria. Hiyaaaa

Emang bener kayak yang beredar, lokasi viral bernama ranu manduro itu berada di Kabupaten Mojokerto, tepatnya ada di desa Manduro kecamatan Ngoro. Kita bisa dengan mudah sampe ke lokasi yang tepat berada di lereng gunung Penanggungn itu, karena lokasinya emang bisa di akses dengan kendaraan roda dua maupun roda gila. Heuheu.

Pas dapet video itu, sebagai seorang yang masih takut ketinggalan hits. Awalnya saya juga pengen banget naruh di story wa, post di instagram, tweet di twitter –padahal ngga punya–, share di grup-grup wa keluarga biar semua juga pada bisa kayak saya wkwk, tapi langsung keinget kalo saya pernah kelokasi itu, cuma lewat doang sihh sebelum viral kayak sekarang.

Pas liat story temen anak Mojokerto, baru deh saya tercerahkan kalo video viral itu ternyata bekas galian tambang C yang emang udah ngga aktif lagi. Jadi inget kalau di daerah Kecamatan Ngoro, selain di lokasi Ranu Manduro juga ada beberapa lokasi pertambangan yang bahkan masih dieksploitasi sampe sekarang dan menimbulkan pro dan kontra pula dari masyarakat sekitar, salah satunya di Desa Kunjorowesi masih di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Pas liat album di hp, saya nemu foto di lokasi pertambangan di desa Kunjorowesi, foto itu saya ambil pas selesai ikut kegiata sosial berbagi air bersih bareng komunitas Gusdurian Mojokerto yang difasilitasi sama PMI Kabupaten Mojokerto di Desa itu

Memang beberapa lokasi di bawah lereng gunung penanggungan sering terdampak kekeringan kalo pas lagi musim kemarau panjang, sehingga masyarakat terdampak mendapatkan pasokan air bersih dari pemerintah melalui organisasi terkait kayak BPBD dan PMI, selain itu masyarakat juga dapat dari para donatur melalui ormas atau komunitas di Mojokerto.

Kata masyarakat sekitar, sebelum dapet bantuan dari pemerintah. Dulu, masyarakat mengandalkan sumber air yang ada disana yaitu sumber mata air di Candi Tetek dan mata Air Candi Jolotundo yang berada di sekitar lereng gunung penanggungan yang sekarang meskipun tetap mengalir, namun alirannya nggak kayak dulu lagi, kayak sikap kamu ke aku, eeeyaaaa.

Langsung atau tidak, pengerusakan alam sebenrnya akan berdampak buruk, baik bagi masyarakat dan bahkan lingkungan sekitarnya, yang sempat meski sebentar– ya saya rasakan pas ikut ngasih air bersih sama warga Kunjorowesi itu.

Balik lagi sama video emejing yang lagi viral itu, saya langsung keinget kalo sebenernya Tuhan sudah banyak ngasih pemandangan yang original langsung Made In Tuhan lohhh. Di Lumajang misalnya, ada Ranu Klakah yang tak kalah bagus sama ranu KW di Manduro, Ranu yang terbentang luas dengan background Gunung Lemongan udah Tuhan kasih gratis tanpa harus pake alat berat untuk buatnya, lengkap sama ikan-ikannya lagi. Kenapa tidak itu saja yang kita viralkan gaiss. (fikri)

Tinggalkan balasan