Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Ikhtiar Baik Dalam Setiap Perjalanan

Ikhtiar Baik Dalam Setiap Perjalanan

Hidup sejatinya adalah perjalanan, perjalanan menuju tujuan akhir daripada hidup, yaitu kematian, di mana cerita kehidupan dunia akan pula berakhir. Namun bagi kepercayaan umat muslim, kematian hanyalah bagian dari tahap perjalanan kehidupan itu sendiri, yaitu dicabutnya jiwa dari raga, sedangkan raga akan kembali pada sang Pencipta; Tuhan yang maha kuasa dengan membawa amal baik & buruk yang dilakukan selama masa kehidupan dunia.

Sebagaimana perjalanan, tidak ada yang tau apa yang akan kita hadapi dikemudian hari, baik dari sisi personal atau lingkungan sekitar, yang kita tahu bahwa kita harus mempersiapkan diri dan perlengkapan serta senantiasa berbaik sangka dalam melalui perjalanan kehidupan, khusunya kehidupan yang singkat didunia ini. Manusia tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi besok, dimana akan dilahirkan dan dimana akhirnya kita akan diwafatkan, karena semua itu adalah hak prerogatif Tuhan yang Maha Kuasa. Jelas dalam Firman-nya :

“Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman (31) : 34).

Manusia tidak bisa memastikan apa yang akan dihadapi, namun kita sebagai manusia wajib untuk berusaha (ikhtiyar) untuk melakukan hal-hal baik sejak dari yang paling terjangkau agar bisa berdampak baik pula dengan apa yang akan kita hadapi dikemudian hari. Banyak hal sederhana dalam ucapan namun sering kali sulit dalam praktiknya dan butuh kepekaan untuk melakukannya. Salah satunya adalah buang sampah.

Sepele memang. Kita hanya harus buang sampah pada tempatnya. Namun kenyataannya, masih banyak dari kita yang sering membuang sampah sembarangan dan acuh terhadap lingkungan sekitar. Kenapa demikian? Banyak faktor. Diantaranya, kurangnya kepekaan kita dengan dampak apa yang akan terjadi di masa depan. Contoh, akhir-akhir ini dibeberapa tempat di Indonesia terjadi bencana banjir yang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa yang kita sadari, terlepas dari takdir Tuhan, bencana tersebut terjadi karena prilaku kita yang masih buang sampah sembarangan.

Kembali lagi bahwa kehidupan adalah perjalanan yang tidak satupun dari kita mampu memastikan apa yang akan terjadi besok, maka kita harus selalu berusaha (ikhtiyar) untuk meminimalisir terjadinya hal-hal buruk yang akan terjadi di masa depan, agar dalam melalui perjalanan hidup di dunia, kita mampu menabung amal baik untuk bekal menuju kehidupan setelah kematian.

Mari kita senantiasa belajar peka terhadap apa yang terjadi disekitar kita dan melakukan hal-hal baik sejak dari yang paling terjangkau, seperti membiasakan buang sampah pada tempatnya. Susah memang jika tidak dibiasakan sejak dari sekarang. Tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat misalnya.

Penulis : Fikri ( NU Backpacker Lumajang )

Tinggalkan balasan