Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

INGINKU BERSETUBUH DENGANNYA (Buku)

INGINKU BERSETUBUH DENGANNYA (Buku)

Ceritanya, simpang siur angin pegunungan di salah satu Hutan Pinus di Kabupaten Batang, berhasil membawaku pada posisi ternyaman untuk mengabaikan sekitar. Kenyamanan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memupuk-ku menjadi apatis, apalagi egois, tidak!

Well,
Libidoku seolah naik untuk bersetubuh dengan bacaan-bacaan yang aku telah menyesal karenanya (kenapa ga ku baca dari dulu-dulu). Sampai suatu hari, aku mendengar nama Nawal El Saadawi.

Setelah berselancar mencari siapakah ia, rupanya jawaban menantang ku temukan. Seorang Feminis Mesir dengan reputasi Internasional, yang patut kiranya bagiku untuk dijadikan kiblat pengetahuan bagi siapapun yang memperjuangkan kemerdekaan dirinya melalui pendalaman teori-teori feminisme, dan kawan-kawannya. Atau sekedar menambah khasanah keilmuan, juga recommended.

Salah satu bukunya adalah PEREMPUAN DI TITIK NOL. Covernya yang merah sebagai lambang keberanian, ku aminkan betul karena relevan dengan isinya. Mengisahkan Firdaus, seorang pelacur kelas atas di Kairo, yang divonis hukuman gantung karena telah membunuh seorang germo. Tawaran untuk tetap hidup pernah didapatkan pula olehnya. Namun tawaran itu ditolaknya dengan tegas, mengingat vonis gantung adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran sejati, bagi Firdaus.

Buku dengan alur menegangkan dibalik penjara ini, sudah sepatutnya menjadi bahan refleksi bagi kita sekalian -terlebih perempuan-. Bagaimana kisah Firdaus yang teguh memegang prinsipnya, bagaimana ia berani dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hingga titik penghabisan dengan bangga ditempuhnya sebagai pembuktian atas bobroknya masyarakat yang didominasi oleh kaum lelaki.

Hal ini juga menjadi kritik sosial yang keras nan pedas. Patut pula kita contoh, untuk tetap semangat bersuara memperjuangkan disahkannya RUU PKS, yang sejak Tahun 2012 lalu hanya menjadi obrolan sana-sini tanpa kemudian berdiri tegak sebagai payung hukum di Indonesia.

Penulis : Lily Awnda Faidatin

Tinggalkan balasan