Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Jurus Jitu Menulis Bagi Pemula yang Dikit-Dikit Males Banget Mikir

Jurus Jitu Menulis Bagi Pemula yang Dikit-Dikit Males Banget Mikir

Tren dimana semua orang sebenarnya bisa aja sih nulis. Gampang kok, hanya sekedar berfikir dan mengutarakan isi hati.

Tapi banyak nggak dari kalian yang lagi seneng-senengnya nulis terus mati suri di tengah jalan sebelum bertemu cerita yang ber-ending? Hmm.. sama, saya juga sering banget kaya gitu.

Coba kita ulas sebentar. Hal apa saja yang membuat orang itu berhenti menulis:

  • Males mikir
  • Ga bakat
  • Ga punya imajinasi
  • Suudzon
  • Kurang Percaya Diri
  • Sibuk dengan dunia kerja dan aktivitasnya.

Dan mungkin masih banyak lagi kalau harus disebutin satu persatu alasan orang yang berhenti di jalan saat menulis.

Sebenernya hakikat menulis itu apa sih?

Menulis bisa di katakana sebuah kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan,1986:15).

Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan,ide,pendapat,atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5)

Bagi kamu yang sudah paham hakikat menulis namun masih rewel aja ga bisa di ajak kompromi otaknya untuk terus bangkit, nih saya kasih tips momen apa saja yang bakal menggugah mood kamu untuk menulis lagi.

1.Jatuh Cinta

Nah gimana kalau kita bahas hal yang satu ini? Pasti semua manusia mengalami hal wajar ini bukan? Hmm.. apa kaitannya ya jatuh cinta dengan selera menggugah gairah menulis muncul lagi?

Fakta pertama, jatuh cinta dalam dunia sains mampu menghipnotis seseorang untuk tidak bisa berhenti menatap wajah yang disukainya. Memandanginya saat bicara bahkan saat berdiam saja sudah bisa membuatmu tersenyum sepanjang waktu. It’s true?

Fakta kedua, kamu selalu memikirkan mereka dalam ilmu sains bisa disebut dengan terkena hormone phenylethylamine (hormon yang menciptakan perasaan tergila-gila pada seseorang).

Fakta ketiga, membahagiakan mereka adalah cita-cita terkuatmu.

Jadi, dari beberapa fakta di atas bisa membuat jiwa menulismu bangkit kembali. Selain rasa gembira jatuh cinta yang memunculkan ide dan kata-kata romantic bahagia, kamu juga bisa memunculkan rasa menulismu biasanya melalui angan untuk membuatnya tersenyum melalui kata-kata. Meski pendek dan masih datar, setidaknya kamu normal karna bisa mengutarakan hal terdalam melalui sebuah bait bait yang kau tulis.

Jangan lupa, jatuh cinta itu nggak hanya soal kamu menyukai seseorang dan harus segera kamu miliki saja. Rasa nyaman dan semua hal yang membuatmu bahagia pada suatu hal  termasuk orangtua, keluarga, teman bahkan terhadap suatu kepunyaan seperti barang dan karir juga bisa di sebut jatuh cinta, hanya yang membedakan adalah tiap-tiap porsi cinta yang kamu bagikan.

2.Sakit Hati

Baru aja bahas soal jatuh cinta, sekarang udah berujung sakit hati aja nih. Eh tapi jangan salah, tingkat kemauan seseorang menulis dan punya ide yang luar biasa dalam mencurahkan isi hati biasanya pada saat orang tersebut menempuh titik jenuh,rapuh, merasa sendirian dan patah hati.

Faktanya,saat patah hati menurut penelitian dari The University of Michigan, reaksi otak pada seseorang yang patah hati, tidak bisa membedakan antara rasa sakit fisik dan emosional jadi kita akan mengalami keduanya secara bersamaan, antara sakit fisik dan emosi (batin).

Nah jadi nggak heran ya kalau mayoritas manusia yang para bucin (budak cinta) mereka lebih cerdas mengungkapkan perasaan lewat menulis saat patah hati ketimbang saat jatuh cinta.

Jadi kamu mau pilih yang mana nih? Berekspresi dan membangun menulismu lagi lewat pilihan mana? Eh jangan kamu pilih dua-duanya ya. Sebenarnya menurut mimin menulis itu suatu kegiatan, dan menulis itu sebuah obrolan. Dimana saat kamu sendiri, kamu punya imajinasi berbicara mengungkapkan rasa dan ide di depan komputer ataupun via kertas dan pena. Perasaan jatuh cinta ataupun patah hati, mereka merupakan seperti selai pada roti. Bisa di pergunakan bisa juga tidak. Toh roti tawar tanpa selaipun dia masih bisa di makan.

Jadi intinya, membangun sebuah rasa ingin bangkit dari kemalasan itu tergantung “niat” dan “semangat”. Jangan pernah paksakan menulis apa bila mood kamu sedang lelah. Ini hanya akan menimbulkan kamu mempunyai skil yang biasa-biasa saja untuk kamu ketik/tulis. Dan alhasil ketika suatu saat mood kamu sedang baik, dan membaca ulang hasil yang kamu buat saat kamu sedang lelah, rasa tak percaya diri itu akan muncul. Entah itu dari segi perasaan “loh kok jadi kaya gini”, “kok ganjil ya” dan semua perasaan ketidak pedeanmu. Dan itu akan ber-ending kamu mati suri di jalan dengan suudzonmu,rasa ga nyamanmu dan rasa seperti nggak punya imajinasimu.

Jangan  pernah paksakan menulis di saat kondisi perut lapar. Seperti prinsip saya “ ora madang semaput” (nggak makan pingsan). Ini akan mengganggu konsentrasimu dalam membuat suatu ide menulis. Biasanya yang saya lakukan saat menulis adalah menyiapkan “sajen”. Seperti makanan ringan, berat, minuman bahkan bantal. Kali aja saking asyiknya jadi ketiduran. He he

Oh iya hal yang paling penting dari tulisan saya ini adalah jangan pernah malas membaca. Karena dunia penulis itu terlahir dari manusia-manusia terbaik yang suka membaca. Entah itu membaca buku, membaca pikiran orang lain dan membaca cerita tetangga, ataupun membaca hatinya si do’i. Wkwkwkwk

Sekian beberapa jurus jitu agar kamus semangat lagi dalam  menulis, jangan takut karya tak sampai. Karna semua orang berlajar dari kegagalan bukan dari lari dari kenyataan.

Dan terakhir kata unik dari Sudjiwo Tedjo

“Tahukah kamu orang yang paling tidak berperasaan? Dia yang jauh dari kekasih di saat hujan namun tak menghasilkan puisi”.

Penulis : Nur Chasanah ( NU Backpacker Wonosbo )

Tinggalkan balasan