Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Pelataran Surgawi

Pelataran Surgawi

Semak belukar yang ingin aku ceritakan, waktu lalu hanyalah rimbun dari suara tak bertepi. Tercipta bayang dari garis tipis semak itu, mengelabuhi siapalah yang terkesima. Aku tidak terkesima, namun perlahan mendekati. Lain dari semak, bukan karna apapun, liuk dari tatanan tanah berundak menyipitkan netraku. Berbagi konjungsi antar tanah dan tanaman gemulai yang mungkin malu ditatap. Dia berani sekali mengajakku bercanda sepagi ini. Membawaku ke arah lain yang lebih jauh dari bumi. Pelataran surgawi.

Samirana dengan tonggak kepalsuan
Laksmana semilir mengelabuhi ratri
Rahwana telah merindukan senja
Bahkan pagi barulah memulai
Ranah menyibak-nyibak
Masih seputar urusan pribadi
Terpaku dirundu penipu
Kehabisan bahan obrolan
Wahai jagad yang kian berontak
Lihatlah banyak jurang nestapa
Manusia melewati batas pemahamannya
Terlena dipangku dunia
Tapi apa yang terbagi?
Keindahanmu dari segala sisi
Menawarkan beragam corak estetis
Berkelabut seolah memaafkan siapapun
Terngiang, rayuan alam dari berbagai suhu
Mencuri perhatian di tengah sembilu
Aku tak berdaya
Berinteraksi denganmu penuh rasa

Tidak bisa romantis, tak apa. Aku bisa berdialog dengan tulisan, walaupun sekadar membayangkan. Bercerita tentang alam, terkadang sulit dipahami. Alam begitu ambisius menghibur manusia. Walaupun mengerti, keberadaannga tidak selalu dihargai.

Diksi itu aku ciptakan untuk membuka obrolan dengan alam. Betapa alam begitu tulus, menyuguhkan pesonanya tanpa timbal balik. Aku yang seolah tak peduli, beberapa saat terdiam saat bekenalan dengan alam. Terkesima jika bersahabat dengannya. Memahami alam seperti memahami diri sendiri. Terkadang hanya butuh terasingkan untuk kemudian mendapat ketentraman. Keindahan yang tersimpan di alam, menjadi rahasia pribadi penikmatnya. Tercurah berbagai cerita jika berdiskusi dengannya.

Pelataran surgawi yang membumi, menginspirasi terciptanya narasi. Alam yang sulit diterjemahkan. Telingaku sulit berpaham seperti dirimu. Mencintai siapa saja yang bahkan hanya ingin mendekat tanpa merawat. Marilah cintai semesta ini. Ia tidak akan banyak berjanji.

f.i.f.i
NUBackpacker Banjarnegara

Tinggalkan balasan