Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Pendewasaan Diri melalui Patah Hati

Pendewasaan Diri melalui Patah Hati

Pada dasarnya, manusia memiliki beberapa fase dalam menjalani kehidupannya. Termasuk sebelum ia mengenal dunia, manusia sejatinya telah mengalami fase hidupnya.

Fase-fase tersebut hadir dengan berbagai macam bentuk. Salah satunya adalah fase yang seringkali dianggap berat oleh umunya manusia, yakni fase saat ia mulai “dewasa”.

Pada fase tersebut manusia dituntut untuk menikmati pahit dan manisnya kehidupan, manusia dituntut berfikir kritis dan mencari solusi atas problem yang dihadapi, serta tak jarang dari fase tersebut membawa manusia pada keadaan depresi akibat sirkulasi kehidupannya yang didominasi oleh perasaan gengsi dan terlampau sering berhalusinasi.

Seringkali orang bertanya-tanya. Apa sebetulnya yang dapat membuat manusia menjadi dewasa? Tentu, ada beragam jawaban.

Salah satu faktor yang membuat manusia dewasa adalah “patah hati”. Lantas bagaimana patah hati mempengaruhi kedewasaan manusia? Disaat manusia mengalami patah hati, batin dan fikiran secara tidak langsung dituntut untuk terbuka, sabar, juga bagaimana berdamai dengan diri sendiri.

Patah hati membawa merubah manusia seolah-olah adalah makhluk paling bijak. Manusia menjadi paling mengerti akan dirinya dan sederet permasalahannya. Meski fase tersebut tak jarang merupakan fase dimana manusia berada pada serendah-rendahnya titik kehidupan. Sehingga pada saat yang sama, manusia tergerak untuk survive dan terus menjadi motivator bagi dirinya sendiri.

Dari sini kita memahami, betapa hebatnya patah hati yang mampu merubah kehidupan manusia. Bukan saja pengalaman menyenangkan yang dapat memberi pengajaran, melainkan juga fase patah hati yang secara tanpa sadar menjadi guru bagi manusia. 

Penulis : Aqila Lutfika, NU Backpacker Batang ( Peserta Kelas Menulis Perjalan #1 )

Tinggalkan balasan