Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

NUBACKPACKER : Menemukan Rumah Baru

Biasanya NU Backpacker Kebumen melaksanakan Bakti Wisata bersama komunitas lain. Tapi bulan ini kami malah main. Tujuannya juga tidak main-main yakni rumah sederhana di pinggir kota yang mereka sebut Rumah Inklusif.

Didirikan pada th 2011 oleh seorang ibu yang akrab dipanggil Bu Iin bersama suaminya. Terdorong karena putranya yang mengalami cacat fisik bawaan, beliau bergabung dengan komunitas Difa. Tapi karena merasa tidak menemukan perkembangan di komunitas tersebut beliau memutuskan mendirikan Rumah Inklusif dengan visi, “Ingin membentuk rumah yang sebenarnya rumah. Penuh kasih sayang dan bisa memberikan kasih sayang terutama kaum difabel dan keluarganya”.

Rumah Inklusif adalah rumah yang awalnya saya pikir sama seperti panti lainnya. Anak-anak difabel yang agresif, kotor, dan sembarangan. Tapi pikiran-pikiran buruk itu berubah ketika saya dan teman-teman di sambut hangat di langkah pertama masuk rumah.

Tidak seperti tempat lain yang menyatakan dirinya sebagai panti, yayasan, atau yang lainnya. Rumah ini benar-benar ingin disebut rumah. Hanya ada kepala keluarga dan saudara. Tidak ada yang disebut anggota, ketua, atau jabatan lain yang terstruktur meskipun memang itu ada untuk mengkordinir arisan rutinan.

Waktu saya dan teman-teman berkunjung mereka sedang melaksanakan rutinan tersebut jadi tidak bisa ngobrol banyak dengan Bu Iin. Tapi kami dikenalkan dengan Bapak Muslihin yang merupakan anggota tertua karena bergabung sejak awal rumah tersebut didirikan.

Bapak penjual balon ini selalu datang setiap waktu terutama setiap Minggu bersama putranya Wildan yang baru menginjak kelas 1 SMA. Beliau dan putranya memang tidak cacat seperti teman-temannya tapi beliau mengidap kanker kulit jenis keratoacanthoma¬†(jenis penyakit yang membuat kulit membentuk gelembung minyak yang tidak sakit).¬† Sangat terlihat beliau adalah sosok luar biasa yang ternyata juga salah satu anggota Banser Kebumen termasuk putranya. Beliau juga sering memberikan motivasi kepada teman-temannya yang baru mengalami musibah, mengajarkan cara berdagang balon, dll. Karena semangat tersebut beliau sampai dijuluki “Sang Tulodo” yang berarti Pengajar atau Pemberi contoh.

Beliau juga menceritakan teman-temannya satu persatu bahkan sesekali meneteskan air mata. Beliau bilang, “Sedih mbak kalau cerita begini kasian mereka”.¬†Sebenarnya siapapun yang mendengarkan cerita beliau pasti akan terketuk hatinya. Tapi saya sendiri justru lebih simpati ke beliau yang terlihat sangat menyayangi teman-temannya itu.

Setelah berharu biru beliau menceritakan tentang Batik Pegon yang mereka produksi dan menjadi penghasilan utama rumah itu. Sesuai namanya, Pegon berarti tulisan menggunakan huruf Arab tanpa harokat. Ada 12 jenis batik yang semuanya memiliki makna dan cerita seperti batik pegon Sang Tulodo yang menceritakan tentang beliau sendiri. Untuk melihat koleksi batik cantiknya kalian bisa berkunjung ke ig @batikpegon.

Setelah penceritaan tentang batik, saya dan teman-teman disuguhi makan siang. Tidak seperti rumah pejabat yang menyediakan prasmanan untuk tamunya. Rumah ini justru menyediakan nampan seperti kepungan. Menunya juga sangat sederhana. Nasinya yang ditengah justru dicampur oyek (nasi singkong) lauk tempe, kerupuk, dan sambal tanpa sayur. Awalnya saya ragu. Tapi senyum mereka meluluhkan siapapun termasuk saya sendiri. Seperti biasa yang semuanya di luar dugaan. Menu sesederhana tersebut membuat saya dan teman-teman menjadi sangat dekat dengan mereka karena setelah itu kami diajak menyelesaikan pembatikan dalam proses penguncian warna dengan waterglass.

Hari itu sangat menyenangkan. Bahkan kami diundang untuk hadir di acara Minggu depan. Karena sudah sangat siang kamipun pamit pulang dengan foto bersama dan meniggmening janji dalam hati, “Saya pasti akan lebih sering ke sini“.

Untuk melihat kegiatan mereka kalian bisa kunjungi YouTube Rumah Inklusif Kebumen.

About Kunti Khusaeni

Orang yang enggan berdiam diri dan memilih bergerak melewati tapal batas demi perubahan

Follow Me

Tinggalkan balasan