Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Pergi? JANGAN LUPA PULANG

Pergi? JANGAN LUPA PULANG

Hakikatnya, kita, manusia hidup adalah dalam sebuah perjalanan. Setiap aktifitas kita selalu menuntut pengalaman. Kita semua menyadari hal tersebut, tanpa bisa memahaminya. Tidak jarang beberapa diantara kita melakukan aksi protes perjalanan seperti putus asa, lelah, bimbang, bahkan tidak tau jalan pulang. Biasanya orang-orang tersebut akan terus pergi menjauh tanpa ingat asal kedatangan.

Dalam konteks ini, kita Harus belajar dengan ‘manajer‘ kehidupan yang sesungguhnya, yaitu Ikan Salmon. Ikan ini terjual dengan bandrol harga yang fantastis bukan hanya karena rasa dagingnya yang enak atau karena tempat hidupnya di samudra lepas. Sebenarnya, harga tinggi untuk ikan ini adalah bentuk apresiasi kegigihannya dalam menjalani kehidupan dan memberikan teladan tentang menjalani hidup.

Salmon, adalah ikan yang dilahirkan di tengah danau hijau yang tenang. Danau kasih sayang yang semua menginginkan kasih tersebut, tapi salmon tidak ingin selalu dalam zona nyaman. Seolah penasaran dengan kehidupan yang sesungguhnya, sejak umur yang sangat muda dia memberanikan diri untuk berenang meninggalkan rumahnya. Mengikuti arus sungai tanpa tau bahaya apa yang bisa mengancamnya. Setiap cm kepakan insangnya, dia memahami perkembangan tubuhnya, dan memahami jika setiap waktu ada ilmu baru yang didapatnya.

Kita semua pasti paham tentang yang didapatkan salmon. Pengetahuan yang tidak terukur. Sangat berbeda jika dia memilih tinggal di zona nyaman, danau tempatnya lahir.

Setelah tinggal di samudra, semua potensinya berkembang maksimal. Kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Suatu hari salmon akan memilih pasangan hidupnya. Kemudian keduanya akan memutuskan untuk kembali ke danau. Ketika keputusan itu diambil, di situlah sebuah hal besar tersepakati. Mereka akan berenang melawan arus sungai, melompati air terjun bermeter-meter, dan menghindari serangan beruang yang kapan saja bisa datang.
Bisa dibayangkan, betapa sulitnya perjalanan itu. Betapa sakitnya badan mereka jika melawan arus dan menahan rintik air terjun. Betapa mirisnya jika hidup mereka berakhir di perut beruang. Lalu kenapa mereka memutuskan untuk pulang dengan perjalanan yang lebih panjang?

Sejatinya, danau yang diam adalah ketenangan yang sudah tertanam di memori mereka sejak awal kehidupan. Bagi kita, sebagai manusia, rumah adalah danau yang Rahmah tempat kita pulang. Sebuah danau yang dimana rasa cinta tidak perlu usaha. Dimana saat kita mencintai tidak pernah merasa sakit ketika tidak mendapatkan respon sesuai yang kita inginkan.

Bagi salmon, mencapai danau kelahiran adalah puncak kebahagiaan. Perjalanan salmon yang penuh pelajaran yang patut kita teladani yaitu :

Pertama, memberikan hal terbaik untuk keturunannya.

Anak-anak salmon akan lahir di danau yang mempresentasikan kasih sayang dalam ketenangan. Mereka akan menahan tentang nyata dan adanya tempat untuk tujuan. Dengan adanya orientasi untuk kembali ke tujuan, salmon seolah sudah memiliki misi yang jelas, yakni kembali pulang.

Kedua, perjalanan salmon adalah sebuah kejujuran dan pembuktian etos.

Kejujuran tersebut menyatakan bahwa salmon memiliki ideologi “aku tau yang aku mau”. Dia juga ber-etos karena di dalamnya diperlukan konsistensi, kompetensi, dan karakter pejuang sejati.

Ketiga, perjalanan salmon menunjukkan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang wajib diwariskan.

Orang tua dalam rumah tangga adalah bagian yang harus bahagia jika anak-anaknya melebihi prestasinya. Jika kita menjadi orang tua kelak, kita pun harus berpikir tentang cara mewarnai anak-anak yang beranjak dewasa untuk memiliki visi dan misi kehidupan sebagaimana salmon. Kita harus mendidik mereka supaya mereka mau dan mampu meninggalkan zona nyaman, bergerak, berjuang, belajar, demi zona nyaman hakiki di sisi-Nya tanpa mendoktrinnya untuk tidak pulang.

Kita, manusia remaja atau seorang dewasa yang tengah menanti menjadi lebih tua. Sudah berjalan jauh, meniti perjalanan harapan,pertemanan, persaudaraan, dan pertemuan harus bisa mengingat tentang zona nyaman kelahiran.

Kondisi kita sekarang mungkin sangat nyaman dan memberatkan langkah untuk sekedar ke pintu gerbang. Tapi pelajaran tidak pernah mengajarkan kita untuk berjalan di tempat di sebuah perjalanan. Bagaimanapun keadaannya, kapanpun, kita harus pulang.
Pulang, seperti salmon yang berjuang kembali demi puncak kebahagiaannya. Sebab sesungguhnya, ada pelajaran di setiap perjalanan.

About Kunti Khusaeni

Orang yang enggan berdiam diri dan memilih bergerak melewati tapal batas demi perubahan

Follow Me

Komentar ( 1 )

  1. […] minggu lalu saya pernah menulis tentang Si Manajer Kehidupan, Ikan Salmon. Menurut saya Ikan Salmon memiliki pembelajaran yang sangat edukatif dalam pengambilan keputusan. […]

Tinggalkan balasan