Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Pesan Si Cantik “Asisten Manajer” Kehidupan, ‘Jangan Takut Berproses’

Pesan Si Cantik “Asisten Manajer” Kehidupan, ‘Jangan Takut Berproses’

 

Beberapa minggu lalu saya pernah menulis tentang Si Manajer Kehidupan, Ikan Salmon. Menurut saya Ikan Salmon memiliki pembelajaran yang sangat edukatif dalam pengambilan keputusan. Jadi Ikan Salmon sangat pantas menduduki jabatan sebagai manajer. Kali ini saya bukan bercerita tentang Si Manajer-nya, tapi tetang Si Asisten.
Sama seperti sebuah perusahan besar dimana lingkup kantor dalam struktural harus ada manajer dan didampingi asisten. Asisten ini saya temukan dalam D’javu yang sangat singkat di tempat kerja. Kita biasa mengenalnya, Kupu-kupu.

Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh dan kebiasaan hidup binatang. Kupu-kupu adalah salah satu binatang yang bermetamorfosis secara sempurna, dari telur – ulat – kepompong – kupu-kupu dewasa. Proses ini bukan proses yang sebentar bagi kupu-kupu. Tapi mereka tetap akan seperti itu mengikuti kodrat mereka dan menjadi sempurna sesuai teori biologi.

Dalam ketangguhan proses mereka mengajarkan kita untuk selalu menerima dan menjalani takdir yang sudah di-kuasa-kan. Berjalan mengikuti alur hidup yang sewajarnya dengan penuh syukur dan meyakini kebaikan yang akan datang.

Benih kupu-kupu

Kupu-kupu adalah binatang yang individual. Ketika kita melihat kupu-kupu bergerombol artinya mereka sedang melakukan perkawinan. Kupu-kupu betina akan meletakkan telur mereka di ujung daun atau di bawah daun dan meninggalkannya.

Kenapa harus di daun?

Kupu-kupu dewasa tau jika telurnya akan menetas dan berubah menjadi ulat. Mereka juga tau jika ulat sangat suka dengan daun. Bahkan mereka akan memilih daun tertentu yang menjadi kesukaan buah hatinya seperti ketika mereka menjadi ulat.

Di sini kita bisa belajar bahwa bagaimanapun orang tua, mereka pasti peduli terhadap kita (anak). Mereka pasti akan selalu memikirkan apa yang terbaik untuk kita meskipun kita tidak pernah melihat yang mereka kerjakan. Di sini juga salah satu ajaran jika seorang anak harus selalu berbakti orang tua. Minimal, seorang anak tidak membenci orang tuanya meskipun dalam satu tarikan napas.

Dia adalah ulat

Kupu-kupu yang cantik berasal dari ulat yang menjijikkan dan hampir semua orang tidak menyukainya. Ulat adalah pemakan daun. Ada beberapa jenis ulat yang berganti kulit dalam kurun waktu tertentu.

Hal ini mengingatkan kita jika keburukan bisa berubah menjadi kebaikan dengan kemauan. Kata Gus Miftah, “Orang baik punya masa lalu dan orang jelek punya masa depan”.

Mengurung dalam pupa

Setelah ulat merasa cukup dengan makanannya, ulat akan diam dan berubah menjadi pupa atau yang biasa kita sebut kepompong. Ulat akan tinggal diam di dalam kantung keras beberapa hari tanpa makan dan minum. Dia akan menyiapkan organ tubuh dan menyempurnakan tubuh selayaknya bentuk kupu-kupu.

Wallahu’alam.

Meskipun ulat dalam pupa tidak nampak makan dan minum, tapi jarang sekali mereka mati dan tidak menetas menjadi kupu-kupu.
Yang jelas keadaan ulat dalam kantung tersebut mengajarkan kita untuk bisa bermusabahah (introspeksi) sebelum memprotes takdir dan percaya jika hasil tidak akan mengkhianati proses.

Andai saja ulat depresi karena tidak ada seorangpun yang menyukainya, dan memilih mengakhiri hidup dengan menyerahkan diri ke burung kenari pasti dia tidak tau jika hasil dari prosesnya membahagiakan siapapun. Ulat yang merayap lambat akan berubah menjadi kupu-kupu yang bisa terbang kemanapun dia mau dengan cepat.

Proses Pendewasaan

Beberapa hari setelah organ tubuh baru Si Ulat sempurna, dia akan keluar dari kantung kepompongnya. Sama seperti bayi lahir menunggu waktu yang tepat. Ulat ini keluar dengan wujud kupu-kupu. Sama seperti bayi apapun yang basah dengan lendir ketika baru lahir. Sayap kupu-kupu juga masih kecil dan basah oleh lendir. Lendir tersebut sangat berperan penting untuk pembesaran sayap kupu-kupu. Hal ini menjadi perhatian penting bagi peternak kupu-kupu. Sebab, jika manusia menyentuh lendir tersebut atau justru membantu kupu-kupu dalam proses keluar dari kantung kepompongnya, maka kupu-kupu tersebut akan menjadi cacat. Bisa jadi sayapnya tidak membesar atau tidak sama besar. Selain itu, sentuhan benda asing pada kupu-kupu ketika lahir bisa melukai salah satu dari ketiga kakinya yang juga rapuh.
Setelah seluruh tubuh kupu-kupu keluar, mereka akan merayap dan sesekali mengibaskan sayap untuk mengecek kekeringannya. Kemudian mereka akan terbang perdana dan langsung mengikuti nalurinya menghisap nektar. Mayoritas kupu-kupu memang penghisap nektar. Tapi ada beberapa jenis yang menghisap sari tanah dan buah.

Dalam proses ini mengingatkan kita jika ada beberapa hal yang memang harus kita kerjakan sendiri. Meskipun manusia (kita) adalah makhluk sosial, tapi ada kalanya kita belajar mandiri minimal dengan hal-hal kecil. Seperti mencintai seseorang.😅

Saya yakin masih banyak binatang lain yang mampu memberikan kita pelajaran hidup. Tentang kupu-kupu ini, saya yakin kalian lebih bisa memahami apa yang diajarkan mereka. Dari seluruh penjabaran sudut pandang, Kupu-kupu-kupu seolah berpesan “Jangan takut berproses dan jangan terlalu bahagia dalam zona nyaman”.

Mark Manson berkata dalam bukunya (lupa judul), “Masalah kamu sekarang adalah akibat dari penyelesaian masalah kamu kemarin. Menyelesaikan masalah sekarang artinya membuat masalah baru. Tinggal bagaimana masalah yang terbentuk. Masalah baik atau buruk”.

About Kunti Khusaeni

Orang yang enggan berdiam diri dan memilih bergerak melewati tapal batas demi perubahan

Follow Me

Tinggalkan balasan