Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Siapa yang lebih baik antara Pembaca dan Penulis?, Nubackpacker memiliki keduanya

Siapa yang lebih baik antara Pembaca dan Penulis?, Nubackpacker memiliki keduanya

‘Pembaca atau Penulis?’

Pertanyaan tersebut tiba-tiba menghantui saya beberapa waktu lalu ketika saya dibingungkan dengan hasil tulisan yang masih mangkrak. Ya, akhir-akhir ini saya sangat mencintai Nubackpacker karena sudah memberikan ‘ruang’ yang saya butuhkan, yakni portal (web) yang saya jadikan tempat curhat Nubackpacker.org . Ingin sekali saya mengucapkan terima kasih secara langsung yang melebihi apapun kepada orang-orang baik di dalamnya suatu hari nanti.
Mencoba mencari titik temu dengan hantu pertanyaan tersebut, saya mengacak-acak buku yang berjejer rapi di rak buku meskipun saya tidak menemukan apapun. Sempat berpikir untuk berkunjung ke perpustakaan daerah di pusat kota, tapi hari itu terlalu memusingkan untuk pergi jauh apalagi untuk seorang jomblo. Akhirnya saya memutuskan untuk iseng menanyakan hal tersebut ke beberapa orang melalui chat pribadi.

“Kalo penulis pasti pembaca, tapi kalo pembaca belum tentu penulis”

Yang pertama adalah jawaban dari makhluk tampan ciptaan Tuhan yang akrab dipanggil Mas Naufa. Beliau adalah Imam besar Nubackpacker dan salah satu penulis aktif di portal Nuonline . Kepiawaiannya dalam ilmu menulis ditunjukkan ketika kelas menulis yang diadakan Nubackpacker beberapa waktu lalu di Kabupaten Temanggung.

Jawaban ringkas yang jelas tersebut sudah sangat membuat saya mengerti jika seorang penulis akan selalu menang banyak daripada seorang pembaca. Kenapa tidak? Seorang penulis akan terus membaca demi tulisannya yang berbobot meskipun akan selalu ada fase dimana mencari ide menulis menjadi sulit. Sedangkan seorang pembaca tidak akan pernah menjamin jika dia akan terus membaca tanpa demi apapun.

“Menulis atau membaca itu bukan pilihan, tapi saling berkaitan”

Yang kedua adalah jawaban dari sobat Nubackpacker Temanggung yang akrab dengan sapaan Mas Dahno, koordinator daerah. Beliau adalah salah satu sobat saya yang suka membaca, tapi saya tidak tau apakah dia suka menulis atau tidak.

Menurutnya menulis dan membaca adalah sesuatu yang saling berkaitan, dan saya setuju. Menulis dan membaca seperti buku dan pensil. Buku bisa saja mencari bolpoin. Tapi pensil akan terus mencari buku.

“Apa yg bisa kita tinggalkan di dunia selain karya?”

Yang ketiga adalah jawaban spesial dari Sang Bintang, Koordonator pusat Nubackpacker yang sangat akrab dipanggil Mbah Doyok.
Ketika beliau membalas chat saya dengan kalimat tersebut, sebenarnya saya ingin sekali kembali bertanya ‘Mbah, aku ini bertanya, kenapa dijawab dengan pertanyaan?’ tapi saya urungkan. 😁

Jadi apa yang bisa kita tinggalkan selain karya?

TIDAK ADA.

Dunia terlalu fantastis untuk meninggalkan sebuah harta berupa uang, properti, pasangan (eh). Karya (apapun) adalah kenangan terindah yang bisa dibanggakan oleh siapapun. Bahkan saya yakin banyak diantara kita yang mati-matian demi sesuatu yang membanggakan tersebut. Ada yang bilang, ‘ini untuk cerita anak dan cucu’.

Indonesia sedang berproses

Pembaca dan penulis, sebuah pekerjaan mudah yang semua orang bisa melakukannya tapi tidak semua orang mampu melakukannya meskipun hanya dua menit per-hari-nya.

Banyak artikel yang mengatakan jika budaya literasi Indonesia sangat menurun, bahkan sebuah penelitian tahun 2012 mengatakan jika Indonesia dalam urutan ke 64 dari 65 negara responden. Tapi sekarang adalah 2020, dimana sejak beberapa tahun lalu akses ke internet sudah dibebaskan. Para orang tua mungkin melarang anaknya bermain gadget karena tidak pernah melihat mereka membaca buku. Padahal, sampai sekarang para generasi yang banyak disebut milenial ini sangat menyukai internet. Banyak artikel pembelajaran, video tutorial, bahkan analis data bisa diakses dalam sekali klik. Jadi menurut saya budaya literasi di Indonesia sekarang bukan menurun, tapi sedang berproses menyamai teknologi. Seperti manusia yang berproses dari 1.0 sampai 5.0.

Jika semua orang menyukai tulisan dalam internet, apa kabar para buku cetak?

Semuanya memang akan berubah pada masanya kecuali sebuah karya. Artikel yang ditulis dalam web Internet masih akan tetap sama dengan berita yang tertulis dalam koran. Sebuah novel dalam bentuk file akan tetap sama dengan novel bentuk buku cetak. Perbedaan di sini adalah hanya bentuk rupanya bukan isinya. Tulisan dalam internet tetap akan berkembang karena mudah di akses dan murah meriah. Sebuah buku mungkin berat bagi beberapa orang untuk membelinya. Namun sebuah hobi tidak akan berubah. Faktanya saya sering kehabisan buku incaran saya ketika tabungan saya cukup untuk membeli buku tersebut ketika versi pertama.

Saya memiliki teman yang pernah menghabiskan uang -+6jt hanya untuk membeli buku cerita dalam full seri untuk anaknya yang masih 5 th. Teman saya yang lain, sangat tidak suka jika anaknya membeli buku dengan harga yang mahal. Saya, bisa menghabiskan waktu seharian demi menyelesaikan buku yang sedang saya baca. Saudara saya, tidak pernah menyentuh satu bukupun yang saya hadiahkan untuknya ketika ulang tahun.

Beberapa sobat kejar-kejaran tulisan demi cepat take off ke web kesayangan dan di-landing-kan oleh admin. Beberapa orang lain lebih senang menunggu link tulisan keren yang di-share admin atau teman lainnya.
Saya memiliki teman yang lulus dengan nilai terbaik berkat kegemarannya membaca buku. Saya memiliki teman yang menjadi paranoid setelah membaca berita tentang virus baru yang belum ditemukan obatnya.
Saya pernah membaca biografi orang yang sukses dengan tulisannya karena sering diundang untuk mengisi seminar tentang tulisannya dan mendapatkan pundi-pundi uang dari bukunya. Saya juga pernah membaca berita tentang orang yang ditangkap polisi karena tulisannya yang mengandung berita hoax.

Jadi sebenarnya tidak ada yang lebih baik antara pembaca dan penulis, karena keduanya baik. Tapi yang lebih baik adalah tulisan yang baik dan ilmu yang baik.

Salam literasi😎

About Kunti Khusaeni

Orang yang enggan berdiam diri dan memilih bergerak melewati tapal batas demi perubahan

Follow Me

Tinggalkan balasan