Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

5 Hal Yang ‘Khas’ Dari NUBackPacker

5 Hal Yang ‘Khas’ Dari NUBackPacker

Sobat pengelana, masih jomblo apa sudah mendingan? Hehe.

Traveling memang menjadi kesenangan banyak orang. Meninggalkan kungkungan tembok kamar dan bepergian ke banyak tempat dapat memberikan banyak pengalaman baru. Apalagi di zaman ini, kemajuan dunia informasi yang begitu pesat menunjang hobi untuk plesiran. Informasi tempat tujuan bisa dengan mudahnya di dapat melalui akun-akun sosial media seperti facebook, ig dan twitter. Detail til til til. Mulai foto, cara pemesanan, harga tiket hingga kulineran bisa di browsing. Selain itu aplikasi sosial media juga mendukung kita untuk dapat lebih mudah berkomunikasi dengan banyak orang. Kirim-kiriman pesan, foto hingga live location. Bayangkan jaman dulu, jika sobat ambyar tersesat di jalanan, tak ada whatsapp, tak ada facebook dan tetek bengek lain, harus dengan apa kita meminta pertolongan. Yang jadi kita makin ambyar dan makin bengek terkena angin jalanan.

Nah… maka tak aneh jika berbagai komunitas traveling atau plesiran lantas menjamur dan menjadi trend belakangan ini. Tak terkecuali NUbackPacker yang telah memasuki usia 5 tahun. Ibarat bayi sudah tak boleh konsumsi susu batita ataupun balita. Sudah tidak lagi sekedar merengek dan ngompol-ngompolan tapi sudah memasuki fase Kreativitas. Nah-nah, lalu apakah komunitas NU BackPacker ini sebatas sama dengan komunitas-komunitas plesiran yang ada? Tentu tidak ya, karena setiap komunitas pasti punya ciri khasnya masing-masing. Begitupun NUBackPacker. Setidaknya ada 5 ciri khas sobat-sobat dalam mengarungi jalanan.

Mohon Ijin Jika Melalui Kota Tertentu

Sudah menjadi ‘tradisi’ sobat-sobat NuBack akan terlebih dahulu memohon ijin ketika melalui salah satu kota tertentu kepada sohibul wilayah atau pemangku wilayahnya. “Ijin melalui wilayah Solo, Bro“, begitu salah satu penggalan percakapan terakhir di grup Whatsapp oleh Sobat NUBackPacker Bogor yang sedang melakukan perjalanan.

Pada satu sisi, ini bagian cerminan akhlaq mulia yang dibangun di NUBackPacker yakni saling memohon ijin dan bertegur sapa ketika melewati batas wilayah tertentu. Namun di sisi yang lain, bisa jadi ini akal-akalan agar mendapatkan tempat tidur dan makanan gratis. Hahaha. Maklum, sobat-sobat NUBackpacker terbiasa nekat mengarungi perjalanan dengan bekal pas-pasan karena yakin memiliki banyak keluarga di jalanan. Ya, apapun niatannya hal ini sangat bagus untuk jalinan komunikasi antar anggota ya, Sob.

Menginap Di Hotel Bintang 9

Jangan buru-buru bangga kalau bisa mengonep di hotel bintang empat, lima, enam, tujuh atau delapan. Sobat-sobat NUBackpacker terbiasa menginap di Hotel Bintang 9. Jika di Hotel Bintang 5 fasilitasnya saja sudah kelas artis, coba sobat-sobat bayangkan fasilitas apa yang bisa diberikan oleh Hotel Bintang 9? Makanan unlimited, kamar berlapis emas, bathroom kelas internasional? Eitsss… tunggu dulu. Karena Hotel Bintang 9 yang dimaksud adalah kantor-kantor NU di banyak daerah. Karena tidak memiliki banyak pesangon untuk menyewa kamar hotel, biasanya Sobat-sobat NUBackPacker mencari kantor NU terdekat untuk sekedar singgah atau melepas lelah. Fasilitasnya? Tentu luar biasa. Bisa ketemu banyak kyai dan minta barokah, begadang cerita ini-itu selayaknya saudara hingga mendapatkan hidangan khas NU, Kopi kentel dan gorengan. Di Hotel ini, akhlaq sobat NUbackpacker yang kurang lurus juga bisa sedikit di ketok magic agar lebih tertata. Mantul… alias Mantab betul.

Metal Tapi Sopan

Meski memakai tulisan NU di depan nama komunitasnya jangan membayangkan sobat-sobat NUBackPacker akan selalu berpakaian layaknya santri yang sarungan dan memakai peci putih. Komunitas NUBackPacker memang terdiri dari banyak kalangan tidak hanya dari kalangan santri saja tapi banyak juga yang dari anak-anak jalanan atau masyarakat umum, khususnya yang suka backpackeran. Jadi wajar jika Sobat-sobat NUBackPacker lebih biasa berpakaian serba hitam dan menggunakan busana yang tidak begitu rapi. Kadangkala beberapa menggunakan jeans belel bahkan bolong. Inipun masih ditambah dengan rambut awul-awul seperti tidak pernah di shampo dan bau tubuh karena kadang melakukan perjalanan di sepanjang hari.

Tapi jangan buru-buru takut, pada dasarnya mereka tetap santri yang masih ingat pesan-pesan orang tua atau gurunya untuk selalu sopan kepada siapa saja yang berpapasan dengan mereka di jalanan. Maka tak aneh, jika anak awul-awul ini akan menyebrangkan nenek-nenek di jalanan, membungkukkan badan melewati para orang tua dan melempar senyum lebar-lebar kepada orang yang baru dikenal. Tampilan boleh metal, tapi isi hati begitu lembut dan sopan. Diiiiih menantu idaman banget.

Sowan dan Ziarah

‘Kalau sukanyan dolan tapi tak suka sowan dan ziarah itu belum NUBackPacker’, begitu pesan NUBackPacker. Sowan dan Ziarah memang sudah menjadi tradisi NUBackPacker sejak lama. Ketika melakukan perjalanan ke daerah tertentu, biasanya sejak awal sobat-sobat NUBackpacer sudah memasukkan list ‘Sowan’ dan list ‘Ziaroh’ dalam buku agendanya. Yang disowani pun beraneka ragam. Paling pertama tentu saja para kyai. Kemudian ada para sesepuh wilayah, penulis ataupun tokoh yang menginspirasi lain yang bisa memberikan makna lebih dalam perjalanan ketimbang sekedar plesiran. Dengan sowan sobat-sobat NUBackPacker menemukan banyak guru di perjalanan.

Yang tidak ketinggalan adalah aktivitas menziarahi makam para ulama, tokoh bangsa maupun monumen-monumen dan bangunan peninggalan masa lampau. Dengan berziarah sobat-sobat NUBackPacker berusaha melatih batinnya juga akalnya. Bukan sekedar berhenti di satu tempat tapi juga mempelajari sejarahnya secara mendalam untuk dijadikan bahan pelajaran. Dua poin ini memang menunjang tagline “Setiap Pengalaman Adalah Pelajaran, Bukan Sebatas Perjalanan”

Suka Berbagi

Karena NUBackPacker ini ibarat Rumah Besar bagi para pengelana, karuan saja para anggotanya sudah merasa sebagai saudara kenthel meski takpernah satu KK. Satu KK hanya bisa dicapai jika kita nanti telah menikah. Huekkk.

Hubungan persaudaraan yang sudah sedemikian erat menjadikan sobat-sobat NUBackPacker sangat suka berbagi. Mulai dari berbagi jamuan, artinya menjamu sobat-sobat daerah lain yang sedang mampir. Atau berbagi informasi, yakni menjadi local guide dengan mengantar sobat daerah lain ke tempat-tempat ikonik daerah, tempat ziarah hingga tempat sowan. Juga bisa berbagi ilmu dengan banyak-banyak menulis pelajaran selama di perjalanan. Kadang-kadang juga berbagi cerita galau dan banyak hal selayaknya saudara. Bahkan, sobat-sobat NUBackPacker juga sangat terbuka lo dengan komunitas lain. Tidak segan untuk berbagi apapun dan mendengar apapun. Di banyak kesempatan NUBackPacker selalu berkolaborasi dengan berbagai elemen yang ada. Pokoknya kuncinya satu: Nyedulur.

Ya, diluar 5 hal itu sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang dilakukan oleh sobat NUBackPacker seperti menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan banyak kegiatan sosial. Gimana kira-kira sobat semuanya? Jika ada hal menarik atau khas yang lain tambahkan di komentar ya.

About mbahdoyok

Ya gini aja deh

Tinggalkan balasan