Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Di Bawah Kaki Langit Andong

Di Bawah Kaki Langit Andong

Sepintas jika kita perhatikan, penemuan-penemuan penting di muka bumi ini tercipta karna rasa keingintahuan. Perlahan, rumus terpecahkan dan karya siap menjadi kebutuhan. Sederhana saja, penemuan listrik misalnya. Hal itu membuktikan bahwa, garis besar suatu pencapaian adalah rasa ingin tahu berupa niat dan usaha mewakili rumus.”

Tantangan datang pada kehidupan manusia setiap harinya. Kejadian tak terduga tentu pernah dialami siapa saja. Termasuk kejadian yang saya alami pada kamis 30 Januari 2020 lalu. Berencana menyambung silaturahmi dengan seorang sobat dari Nubackpacker Kendal, saya terjebak oleh ajakan sobat Jaki Jaon Nubackpacker Banjarnegara. Berawal dari kongkow biasa, tepat pukul 20.00 Jaki Jaon mengelabuhi pikiran menuju Andong.

Modal nyawa, entah pikiran dari mana akhirnya kami mantap menuju Magelang. Sebelum itu, kami sempatkan mengambil perlengkapan pendakian di Krasak Mojotengah, Wonosobo. Sekitar pukul 23.30 kami melakukan registrasi di basecamp Gunung Andong via Sawit.

Teringat salah satu kalimat dari Nubackpacker “1000 konco kurang 1 musuh kokean,” kami berbaur dengan rekan sesama pendaki. Mereka diantaranya dari wilayah Kendal, Temanggung, Sukoharjo, Purwodadi, Jogjakarta, dan Bekasi. Seperti pertemuan pada umumnya, kami membaur bersama mereka. Tidak lupa sharing dan ngobrol antah berantah.

Pukul 03.00 dini hari, tidak terbayang bagaimana kondisi kami sampai di puncak Andong. Istirahat sejenak, menata kembali ruang pikiran. Mengelabuhi mata untuk tetap terjaga sembari bercengkrama dengan pagi. Pukul 04.30 waktu subuh, moment berharga bagi seorang pejalan yang rugi jika dilewatkan. Kami menunggu sunrise dengan harap cemas. Nihil. Kabut lebih menyayangi matahari sepertinya, sampai-sampai kami dilarang sekejap saja ikut menikmatinya.

Seorang datang dan pergi secara tiba-tiba, tanpa diduga, tanpa pengharapan. Tanpa kita sadari, ternyata kita bertemu dengan sobat dari Nubackpacker Batang. Pertemuan yang manis untuk memulai seduhan kopi di puncak. Kami berbincang lama, tentu dengan dasar cerita lama yang sudah menjadi pengalaman. Sesekali mengambil gambar untuk mengabadikan romantisme hari ini. Indahnya dunia, inginku kabarkan sampai pelosok semesta.

Dirasa cukup kami melanjutkan ziarah ke maqom Mbah Joko Pekik. Romantisme macam apa lagi ini?. Sungguh, perjalanan diluar dugaan yang mengantarkan pada rentetan tulisan panjang. Sekitar pukul 09.00 kami memutuskan untuk turun. Mengingat, setelah ini akan mengikuti kelas menulis Nubackpacker di Temanggung. Andong dengan berbagai macam kisah, terimakasih atas pelitnya sunrise pagi itu. Di bawah kaki langit Andong, kutemukan kembali sejarah yang harus aku isi. Dengan kesucian hati, mari kita terus berjalan, menepaki jejak para wali, meraih Ridho Illahi , dan selalu berdoa dalam menyambut datangnya esok hari.

Sejauh mana kaki ini keluar dari rumah sempatkanlah untuk berziarah ke makam ulama atau makam sesepuh yang kalian kunjungi. Seperti slogan kita di NU Backpacker adalah “sowan,dolan dan ziarah” dan tidak selamanya backpackeran itu harus membawa budget banyak karena Alhamdulillah di luar sana masih banyak yang perduli sama kita. Karena pada sejatinya kita semua adalah Saudara yang masih hidup dibawah langit yang sama.

Penulis : Harkian ( NU Backpacker Banjarnegara )

Tinggalkan balasan