Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

NU Backpacker Banjarnegara Peduli Petarangan

NU Backpacker Banjarnegara Peduli Petarangan

“Pepohonan adalah cagar, penentu kelangsungan mahluk hidup. Oksigen yang melimpah datang dari penghijauan. Akar dari habitat yang harus dilestarikan. Bukan untuk perseorangan tapi untuk seluruh alam.”

Tanpa kita sadari, kehidupan alam begitu banyak terisolasi. Ragam kerusakan terjadi setiap tahunnya. Kita hanya bisa merelakan berapa hektar kerusakan untuk kemudian sadar diri. Reboisasi berperan penting guna mencegah kerusakan lebih parah. Penghijauan menjadi jalan keluar dalam mengembangkan ekosistem alam.

Duka di bumi petarangan satu bulan yang lalu masih begitu membekas. Kebakaran hebat waktu itu adalah bencana paling miris petarangan. Kami kehilangan separuh dari kehidupan melihat asap begitu dramatis menyeruak. Entah apapun penyebabnya, tidaklah bisa menunjuk kepada siapa.

Maka pada 14-15 Desember 2019, bersama Komunitas Bukit Petarangan Banjarnegara kami turut andil dalam acara reboisasi 10.000 pohon di Gunung Petarangan. Langkah awal yang baik untuk melestarikan alam dan menyelamatkan anak cucu kita dari bahaya kekurangan oksigen.

Penanaman dilaksanakan pada hari Ahad, 15 Desember 2019. Setelah apel pagi tepat pukul 08.00 WIB kami dilepas menuju tempat reboisasi. Hangat sekali melihat tawa sumringah lautan manusia yang sedang antri dengan rapi di lereng gunung. Beberapa instansi yang turut serta dalam acara ini seperti; PERHUTANI, KORAMIL, POLSEK, SATPOL PP, BPBD, DLH, TAGANA, BAGANA juga dari tim RAPI, FK BATARA, KOKAM, BANSER, MUHAMMADIYAH BATUR, GAMAPALA, MAKAPALA, DKR KWARAN, PENDAKI DOBOLAN, PENDAKI KURA KURA dan warga Batur pada umumnya. Mereka seolah unjuk gigi bahwa inilah puncak pembuktian kepeduliaan kepada alam. Tidak hanya itu, beberapa instansi sekolah di Banjarnegara turut menyumbangkan partisipasi mereka diacara ini.

Pukul 10.30 WIB kami mulai penanaman. Tidak hanya pohon yang tertanam tapi rasa gembira pada tiap jiwa ikut tumbuh. Kebersamaan dan kekompakan tim begitu kental terasa. Semua orang sibuk dengan pohon mereka. Setelah penanaman selesai hujan mulai turun. Disinilah kebersamaan dan rasa peduli kami diuji. Jalan yang licin ditambah 75 derajat kemiringan dan hanya bisa dilalui satu orang, antrian yang mengular dan tidak sedikit dari mereka yang tergelincir. Kami saling bahu membahu satu sama lain, mengeratkan tangan membantu mereka turun satu persatu.

Acara berjalan dengan lancar, terbukti dari apel penutupan dilaksanakan satu jam lebih awal dari perkiraan. Kami tidak turut serta di apel penutupan. Bersama TNI kami membantu evakuasi seorang Ibu yang dehidrasi. Kondisi fisik jalan yang tidak memungkinkan sempat menyulitkan evakuasi. Tapi tidak menjadi masalah besar untuk sebuah pertolongan.

Sayangnya banyak moment yang tidak terdokumentasi. Keseruan reboisasi, kebersamaan yang sangat tinggi juga cuaca rintik membuat kami lupa untuk sekedar berfoto ria. Jadi hanya gambar itulah yang tersisa untuk mengenang, betapa hari ini bumi petarangan telah terisi kembali.

Tinggalkan balasan