Daftar sekarang

Masuk, bos

Lupa Password

Lupa Password? Masukkan email. Kami akan kirimkan link perbaikan

Masuk

Daftar sekarang

Ayo bergabung di NUBACKPACKER

Ngomong Cinta Yuk!!!

Ngomong Cinta Yuk!!!

Berbicara tentang cinta, seperti tidak ada habisnya. Karenya semua hal berawal dari cinta. Kita ada saat ini terlahir karena cinta. Bahkan para pujangga berkata, “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”
Jadi, apa sih cinta?
Memang definisi cinta bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bilang, cinta adalah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh ruang dan waktu. Ada pula yang bilang cinta adalah satu kata beribu makna. Kalau, cinta menurut sobat NU Backpacker apa?

Sebenarnya, cinta itu fitrah dari Allah SWT yang telah diberikan kepada setiap makhluk-Nya. Allah SWT agunegahkan cinta kepada kita sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Coba deh kalau Allah tidak berikan kita cinta, pasti permusuhan ada dimana-mana. Tanpa cinta-Nya juga kita akan tetap merasa sedih walau berada bersama banyak orang.

Namun, banyak dari kita yang salah mengartikan cinta. Bagi kita, cinta itu hanya untuk sesama manusia. Nyatanya, cinta itu bisa ditujukan kepada semua makhluk Allah SWT. Tapi, yang paling penting dan lebih utama kita tujukan kepada Allah SWT sang pencipta agar kita selalu mendapatkan cinta dan ridho-Nya.

Bicara tentang cinta, tidak banyak pula yang tahu bahwa ada cinta yang membawa taat, ada pula cinta yang membawa maksiat. Cinta yang membawa ketaatan seperti cinta kita kepasa Allah SWT dan Rasul-Nya. Caranya dengan selalu melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul-Nya serta meneladani perilaku Rasul. Sedangkan cinta yang dapat membawa kemaksiatan seperti mencintai kepada selain Allah SWT secara berlebihan. Misalnya, mencintai lawan jenis yang belum halal secara berlebihan. Karena setan akan selalu merayu kita untuk tidak taat kepada Allah SWT.

Jadi sobat NU Backpacker, apa yang harus kita lakukan? Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah hal yang dapat kita lakukan agar terhindar dari cinta yang berpotensi maksiat. Tentunya dengan selalu berdoa dan berserah diri kepada sang khalik.

“Cintai Allah atas anugerah nikmat yang telah diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena mencintaiku.” (HR. At-Tirmidzy dan Al Hakim)

About tritoro

Tinggalkan balasan